Kalongan, 13 September 2025 — Dalam rangkaian acara Gelar Karya Kalwara 2025 yang digelar di Lapangan Desa Kalongan, telah dilaksanakan Launching Forum Seni Budaya Kalongan (FSBK), sebuah wadah resmi bagi para pelaku seni, sanggar, dan komunitas budaya di Desa Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang.
Peresmian forum ini dilakukan secara simbolis oleh Kepala Desa Kalongan, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Dian Nuswantoro (Udinus), Camat Ungaran Timur, dan Kepala Biro Kemahasiswaan Udinus, yang bersama-sama menandai dimulainya babak baru pengelolaan seni dan budaya berbasis masyarakat dan pendidikan.
Forum Seni Budaya Kalongan dibentuk sebagai sarana kolaborasi antar-sanggar yang ada di Desa Kalongan, meliputi Sanggar Parijoto, Sanggar Puspitodjojorejo, dan Sanggar Budi Mulya Waseso (SBMW). Melalui forum ini, seluruh sanggar dapat saling berkoordinasi dalam mengembangkan kegiatan seni, menggelar pelatihan, serta menyusun agenda budaya yang berkesinambungan.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Kalongan menyampaikan apresiasi atas inisiatif Tim PPK Ormawa BEM FEB Udinus yang telah membantu terbentuknya forum ini sebagai langkah konkret memperkuat identitas Kalongan sebagai desa budaya unggulan Ungaran Timur. Dekan FEB Udinus juga menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan bentuk nyata sinergi antara kampus dan masyarakat dalam mendorong pembangunan berbasis kearifan lokal.
Sementara itu, Camat Ungaran Timur memberikan dukungan penuh terhadap keberadaan FSBK sebagai forum yang diharapkan mampu menjadi model pengembangan budaya di tingkat kecamatan. Kepala Biro Kemahasiswaan Udinus menambahkan bahwa kegiatan ini mencerminkan nilai tridharma perguruan tinggi, khususnya dalam pengabdian kepada masyarakat melalui inovasi dan pemberdayaan budaya.
Dengan diresmikannya Forum Seni Budaya Kalongan (FSBK), diharapkan kolaborasi antara pemerintah desa, perguruan tinggi, dan komunitas seni dapat terus terjalin untuk menjaga warisan budaya serta menghadirkan wajah baru Kalongan sebagai desa yang berdaya, kreatif, dan berkarakter budaya kuat.


No responses yet